China (KABARIN) - Produsen baterai terbesar di dunia, CATL (Contemporary Amperex Technology Co. Limited), mencatatkan performa keuangan yang sangat kuat pada 2025. Perusahaan asal Tiongkok ini berhasil meraih pendapatan fantastis yang menembus 423,7 miliar yuan atau sekitar Rp1 kuadriliun, meningkat 17,04 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dilaporkan Carnewschina pada Selasa waktu setempat, laba bersih CATL yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham juga melonjak signifikan. Sepanjang 2025, laba bersih perusahaan mencapai 72,2 miliar yuan atau sekitar Rp176,16 triliun, naik 42,28 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini tidak lepas dari investasi besar CATL dalam pengembangan teknologi baterai. Pada 2025, perusahaan menggelontorkan dana 22,15 miliar yuan atau sekitar Rp54 triliun untuk riset dan pengembangan (R&D). Angka tersebut meningkat 19,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan setara dengan 5,23 persen dari total pendapatan perusahaan.
Saat ini CATL memiliki 22.901 karyawan yang fokus di bidang penelitian dan pengembangan, menunjukkan betapa seriusnya perusahaan ini dalam mendorong inovasi teknologi baterai.
Dari sisi produksi, CATL juga mencetak rekor baru. Sepanjang 2025, kapasitas produksi baterai lithium perusahaan mencapai 772 GWh, sementara total pengiriman baterai menyentuh 661 GWh.
Perusahaan juga terus mengembangkan teknologi baterai solid-state, yang digadang-gadang menjadi generasi baru baterai kendaraan listrik. Meski begitu, CATL masih cukup berhati-hati dalam mengungkap detail pengembangan teknologi ini kepada publik.
Di pasar global, CATL memang menjadi salah satu pemain paling dominan. Perusahaan ini memasok baterai kendaraan listrik ke berbagai produsen otomotif besar dunia seperti Tesla, BYD, Hyundai, Ford, hingga BMW.
Dari sisi pasar, kontribusi pendapatan CATL masih didominasi oleh pasar domestik Tiongkok. Pada 2025, pendapatan domestik mencapai 294,06 miliar yuan atau sekitar Rp717,7 triliun, yang menyumbang 69,40 persen dari total pendapatan dengan margin laba kotor sekitar 24 persen.
Sementara itu, pendapatan dari pasar internasional mencapai 129,64 miliar yuan atau sekitar Rp316,3 triliun, setara dengan 30,60 persen dari total pendapatan. Menariknya, margin laba kotor dari pasar luar negeri justru lebih tinggi, yakni mencapai 31,44 persen.
Menurut laporan lembaga riset SNE Research, pangsa pasar global baterai kendaraan listrik milik CATL juga terus meningkat. Pada 2025, pangsa pasar global perusahaan naik 1,2 poin persentase menjadi 39,2 persen. Dengan capaian ini, CATL berhasil mempertahankan posisinya sebagai produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia selama sembilan tahun berturut-turut.
Di pasar luar negeri, pangsa pasar CATL juga terus berkembang dan kini telah mencapai sekitar 30 persen.
Besarnya keuntungan yang diraih CATL bahkan melampaui banyak perusahaan otomotif. Laba bersih perusahaan yang diperkirakan mencapai sekitar 10 miliar dolar AS disebut berpotensi lebih besar dibandingkan laba gabungan sejumlah produsen mobil besar di Tiongkok seperti BYD, Geely, SAIC, Changan, dan GWM.
Sebagai gambaran, kapitalisasi pasar perusahaan mobil listrik Leapmotor saat ini sekitar 7,37 miliar dolar AS atau setara Rp124,29 triliun. Artinya, laba bersih CATL pada 2025 secara teori bahkan cukup untuk membeli perusahaan tersebut secara penuh.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026